HarySoemarwoto’s Weblog

Pemikiran Seorang Anak Bangsa

Gong kematian Pengurus Parpol

Posted by harysoemarwoto on December 26, 2008

Sistem suara terbanyak akhirnya diputuskan MK untuk diberlakukan pada Pemilu Anggota DPD, DPR dan DPRD dengan dihapuskannya Pasal 214 UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPD, DPR dan DPRD. Ini kran reformasi yang sangat menggembirakan karena suara rakyat dihargai dan menentukan. Di sisi lain, ini Gong kematian bagi pengurus parpol (terutama yang tidak berduit) yang tidak kuasa mensosialisasikan program-programnya. Terlebih bila pilihan rakyat tidak didasari pada “rekam jejak” caleg yang berakhlaq, bersih dan cerdas maka akan menghasilkan para wakil rakyat yang tidak bermoral, korup, dan malas bekerja seperti yang biasa kita saksikan melalui berita layar TV. 

Saya kira di th 2009 suasana seperti itu tidaklah jauh berbeda, mengingat “otonomi rakyat” secara perorangan untuk memilih belum sepenuhnya bisa diwujudkan karena mereka terjerat pada  “money politic” yang senantiasa mencaploknya. Mereka rela (terpaksa) menggadaikan suaranya demi Rp 100.000-an untuk memilih caleg tertentu dan mengorbankan kepentingan yang sangat besar.

Ke depan, atas keputusan MK ini akan mengakibatkan para aktivis parpol enggan menjadi pengurus, mereka saya kira akan mengambil jalan “turun gunung” membina konstituen masing-masing apabila mereka ingin maju menjadi caleg 2014. Pamor pengurus/aktivis parpol yang tak berduit otomatis terdegradasi oleh ketidakberdayaan dirinya, walau mungkin mereka piawai dan loyal kepada garis-garis perjuangan parpol. Rekrutmen pengurus parpol akan bergeser ke arah  ” pengurus parpol bayaran” yang dengan sendirinya akan mereduksi loyalitas kepada perjuangan parpol. Ini “buah simalakama” bagi parpol ke depan. Kondisi ini akan mengakibatkan jumlah parpol yang lolos electoral treshold sedikit.

Bagi KPU melaksanakan putusan MK tsb tidaklah sulit, justru yang sangat penting dilaksanakan dari awal adalah tahapan-tahapan proses pemilu yang luber, jurdil dan fair play. Yang dirasakan adanya waktu yang sangat sempit untuk mensosialisasikan para caleg beserta rekam jejaknya. jangankan rekam jejaknya, fotonya saja tidak lengkap. Dengan kondisi seperti ini, rakyat awam terhadap pilihanya sehingga akan sangat mudah diiming-imingi duit atau secara gampang mereka akan memilih “public figure” seperti artis. Namun demikian, kita berharap mudah-mudahan Pemilu th 2009 suskses, aman dan damai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: