HarySoemarwoto’s Weblog

Pemikiran Seorang Anak Bangsa

Tahukah Anda : Tiap 4 hari, Ada Pilkada ?

Posted by harysoemarwoto on June 10, 2008

Salah satu hasil agenda reformasi 1998 adalah demokratisasi. Demokratisiasi yang dibangun dalam bidang politik satu diantaranya pilkada secara langsung setiap 5 tahunan. Dari data sekarang ada 33 propinsi, 349 kabupaten dan 91 kotamadya, jadi jumlah seluruhnya ada 473 daerah. Mari kita hitung tiap berapa harikah kita mennyelenggarakan pilkada ?

Mekanisme 5 tahunan berarti 5 X 365 hari = 1825 hari, lalu dibagi jumlah daerah 473 maka diketemukan 3, 86 hari (dibulatkan menjadi 4 hari). Artinya tiap 4 hari kita menyelenggarakan pilkada. Ini belum termasuk pemilu legislatif dan pilpres.

Kemudian berapakah biayanya ? Sebelum mengasumsi mengenai besaran anggaran pilkada ada baiknya saya sampaikan anggaran yang disediakan untuk pilkada beberapa daerah seperti Pilkada DKI th 2007 sebesar Rp 271 milliar, Pilkada Kalteng sebesar Rp 38, 5 milyar, Pilkada Jabar sebesar Rp 468 miliar, Pilkada Jateng sebesar Rp 319 milyar.  Jika kita proratakan anggaran pilkada (yang dikelola oleh kpud) sebesar Rp 150 milliar/daerah maka akan menghabiskan biaya Rp 70, 9 Trilliun untuk satu kali putaran saja.

Wah, ini dana yang sangat besar ! Sementara itu RAPBN-P th 2008 sebesar Rp 989,3 T pendapatan negara & hibah dan RP 989,3 T belanja negara. Hm…pusing juga kan ??

Menyoal Pilkada menurut Luthfi Afandi (website hizbut Tahrir Indonesia, 31 Maret 2008) bahwa “Di Indonesia, pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung merupakan sejarah baru dalam era otonomi daerah, sebagai konsekuensi dikeluarkannya UU No.32/2004, Perpu No.3/2005, PP No.6/2005 dan PP No.17/2005. UU tersebut ‘memerintahkan’, bahwa “kepala daerah yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2004 sampai dengan bulan Juni 2005 diselenggarakan pemilihan kepala daerah secara langsung…”. Maka, saat ini kita saksikan, Pilkada digelar di sejumlah provinsi dan kota/kabupaten. Tahun 2008 misalnya, akan dilaksanakan 160 Pilkada di 13 Provinsi, 112 Kabupaten dan 35 Kota. Itu artinya, tahun ini saja hampir 3 hari sekali orang Indonesia mengikuti Pilkada.

Jangan tanya, berapa biaya yang keluar untuk Pilkada. Pasti sangatlah besar. Sekadar gambaran, Provinsi Jawa Barat yang [akan] melangsungkan Pilkada pada 13 April mendatang membutuhkan anggaran sekitar 600 milyar, dengan asumsi Rp 17.500 per-orang untuk 28,12 juta orang jumlah pemilih. Perlu diketahui, Indonesia memiliki 33 Provinsi dan sekitar 440 kota/kabupaten. Perlu juga dicatat, biaya tersebut belum termasuk biaya kampanye para kandidat yang masing-masing pasangan calon bisa menghabiskan dana milyaran hingga puluhan milyar rupiah. Sehingga, kalau dikalkulasikan angkanya mencapai angka trilyunan rupiah. Angka yang sangat, bahkan terlalu besar, apalagi di tengah jutaan masyarakat yang masih mengalami kemiskinan, menderita gizi buruk, bahkan mati karena kelaparan.

Berbicara Pilkada, tentu tidak hanya berbicara kepala daerah dan berapa uang yang dikeluarkan untuk jabatannya, tapi juga ekses sosial yang ditimbulkan, karena tidak jarang Pilkada malah menyisakan sengketa dan konflik horizontal. Bahkan menurut Mendagri, Mardiyanto, semenjak Juni 2005 sampai Maret 2008, dari 349 daerah yang dilaksanakan Pilkada, sebanyak 179 Pilkada di antaranya terjadi sengketa.”

Dampak seperti inilah yang harus disiapkan disgn tanggap daruratnya sehingga tidak menjadikan situasi semakin runyam, rasa keindonesiaan menjadi cerai berai maupun hal-hal lain yang merugikan NKRI. Para calon kepala daerah yang maju pun harus Siap Kalah dan jangan hanya memikirkan dirinya sendiri. Contohlah sikap Hillary Clinton yang aprreciate dan mendukung penuh Barrack Obama. Sudahkan para calon kepala daerah, calon presiden dan calon anggota legislatif mempunyai sikap seperti “legowonya Hillary Clinto”? Ini semua berpulang kepada diri masing-masing. Ayo saatnya kita memulai dari diri sendiri belajar berdemokrasi yang benar, bukan democrazy.

Dikaitkan dengan ekonomi bangsa kita yang benar-benar sulit, mungkin perlu dikaji kembali untuk menggelar Pilkada langsung ini. Salah satu solusi yang memungkinkan adalah menyelenggarakan Pilpres, Pemilu legislatif, Pilkada secara simultan & serentak diseluruh nusantara.Artinya, dalam waktu bersamaan pemilih akan mencoblos capres, caleg (DPR, DPD, DPRD Prop & DPRD Kab/Kota), Pilkada. Ya, nampaknya sangat crusial tapi kiranya dapat direnungkan bersama sebagai bahan pemikiran ke depan, mengingat penghematan anggaran pasti lebih baik sehingga dapat dialihmanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat semaksimal mungkin .Semoga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: